Tugas 10 Bahasa Indonesia 2 : Memperbaiki Draft Karangan Ilmiah
Memperbaiki draft karangan ilmiah harus memperhatikan kata-kata, ejaan, tanda baca, nama, tempat, sumber atau referensi dan kalimat-kalimat yang tidak diperlukan. Penjelasan dalam bentuk pragraf jika dipandang tidak perlu atau terlalu melebar, melenceng dari pokok pembahasan yang akan mengakibatkan pembaca menjadi kehilangan fokus alur pemikiran penulis maka tulisan sebaiknya tidak digunakan.
Memperbaiki draft harus meperhatikan dan cermat terhadap pengulangan yang tidak perlu. Pendahuluan dan bagian awal pembahasan sering mengandung pernyataan yang sama. Metode kadang-kadang terulang secara tidak disadari dalam menyajikan hasil atau dalam memberikan keterangan objek tertentu. Perhatikan pula kejanggalan ungkapan dan pilih kata yang paling tepat untuk mengganti. Perbaiki kalimat yang kurang jelas, meragukan atau yang dapat memberikan pengertian lain atau pengertian ganda jika perlu cari kalimat pengganti yang lebih tepat. Buang pernyataan yang berbunga-bunga atau terlalu banyak ‘bumbu’. Jika penulis sendiri sudah merasakan adanya kekurang sempurnaan pada suatu bagian tulisan maka penulis harus cek lagi tiap paragraf dan memperbaiki kesalahan.
Senin, 03 Februari 2014
Tugas 9 Bahasa Indonesia 2 : Contoh Draft Karya Ilmiah Dampak Seks Bebas di kalangan remaja
Didalam kalangan remaja seks bebas semakin meningkat. Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja, apabila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut dan dampak resikonya. Penyebab remaja melakukan seks bebas karena penyebaran informasi melalui media masa dan teknologi. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa, karena pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya.
Apalagi Resiko dampak seks bebas dapat mengganggu kesehatan yaitu resiko kelainan janin, tingkat kematian bayi yang tinggi, bisa terkena HIV dan masih banyak lagi dampak seks bebas di kalangan remaja. Makanya orangtua harus mejaga anak-anaknya, dan menasehati serta memberi pengarahan dampaknya seks bebas. Orangtua juga harus memberi pendidikan seksual kepada anak-anaknya yang sudah meranjak dewasa agar tidak terjadi seks bebas.
Didalam kalangan remaja seks bebas semakin meningkat. Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja, apabila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut dan dampak resikonya. Penyebab remaja melakukan seks bebas karena penyebaran informasi melalui media masa dan teknologi. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa, karena pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya.
Apalagi Resiko dampak seks bebas dapat mengganggu kesehatan yaitu resiko kelainan janin, tingkat kematian bayi yang tinggi, bisa terkena HIV dan masih banyak lagi dampak seks bebas di kalangan remaja. Makanya orangtua harus mejaga anak-anaknya, dan menasehati serta memberi pengarahan dampaknya seks bebas. Orangtua juga harus memberi pendidikan seksual kepada anak-anaknya yang sudah meranjak dewasa agar tidak terjadi seks bebas.
Senin, 18 November 2013
TUGAS 8 BAHASA INDONESIA 2: Kutipan (Quotation) Abstrak dan
Daftar Pusaka
Kutipan
Dalam laporan yang dikeluarkan WHO berjudul
“Tobacco and Poverty : A Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan : Sebuah
Lingkaran Setan” dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31
Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling banyak adalah kelompok
masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah perokok
terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang memiliki
beban ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari sekitar 1,3 milyar perokok di seluruh
dunia, 84% diantaranya di negara – negara berkembang.
Daftar Pusaka
1.
Amalia,http://www.pdgionline.com/web/index.php?option=content&task=view&id=310&Itemid=1
2.
Tempo,Interaktif
Jakarta
TUGAS 7 BAHASA INDONESIA 2: Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah dan
Kerangka Karangan
Judul: Bahaya Merokok
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang,dan sebagainya.Diantara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka. Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.
Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah. Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa didalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik. Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di dalamnya.
1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?
1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.
1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan
1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5.Sistematika penulisan
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1.Pengertian Rokok
2.2.Dampak dari merokok
2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
2.4.Upaya mengatasi rokok
BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
3.2.Reaksi pembakaran rokok
3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
3.4.Tar dan Asap Rokok
3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
3.6.Nikotin dan kerja nikotin
BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.Saran
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang,dan sebagainya.Diantara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka. Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.
Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah. Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa didalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik. Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di dalamnya.
1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?
1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.
1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan
1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5.Sistematika penulisan
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1.Pengertian Rokok
2.2.Dampak dari merokok
2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
2.4.Upaya mengatasi rokok
BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
3.2.Reaksi pembakaran rokok
3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
3.4.Tar dan Asap Rokok
3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
3.6.Nikotin dan kerja nikotin
BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.Saran
Rabu, 06 November 2013
Tugas 6 Bahasa Indonesia 2 : Kalimat Efektif Sejarah Candi Borobudur
Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.
Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.
Tugas 5 Bahasa Indonesia 2 : Kalimat Efektif
Efektif dalam hal ini adalah
ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada
pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat
yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan
lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi
unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat
efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
2. Kecermatan dalam Pemilihan dan
Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan
sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
3.Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif
maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di
anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
4. Kelogisan
Bahwa ide kalimat itu dapat dengan
mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
5.Kesatuan atau Kepaduan
Maksudnya adalah kepaduan pernyataan
dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
6. Keparalelan atau Kesejajaran
Adalah kesamaan bentuk kata atau
imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
Tugas 4 Bahasa Indonesia 2 : Tanda Baca
Tanda baca digunakan untuk memberi isyarat kepada pembaca supaya pembaca dapat melakukan sesuatu dalam bacaan untuk memperjelas makna dari kalimat. Ia diletakkan di tempat tertentu dalam kalimat berdasarkan tujuan dan kecocokannya. Tanda baca dipakai didalam sistem ejaan. Setiap kita menulis sebuah kalimat pasti banyak terdapat tanda baca, salah satu tanda baca yang kita pakai. Contohnya tanda titik (.) dan tanda hubung (-). Tanda baca titik (.) berguna untuk mengakhiri kalimat lalu tanda baca hubung (-) berguna untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah. Tanda baca banyak sekali jenisnya yang masing-masing jenis mempunyai fungsi yang berbeda. Secara umum, fungsi tanda baca yaitu untuk memberi kemudahan dalam pemahaman pembaca. Setiap tanda baca dapat mengartikan sebuah kalimat berbeda-beda tergantung pada konteks kalimat misalnya, kalimat tanya, kalimat perintah, ataupun kalimat untuk mengakhiri kalimat. Pemberian tanda baca yang salah, dapat membuat arti kalimat itu berbeda atau sulit dipahami.
Tanda baca digunakan untuk memberi isyarat kepada pembaca supaya pembaca dapat melakukan sesuatu dalam bacaan untuk memperjelas makna dari kalimat. Ia diletakkan di tempat tertentu dalam kalimat berdasarkan tujuan dan kecocokannya. Tanda baca dipakai didalam sistem ejaan. Setiap kita menulis sebuah kalimat pasti banyak terdapat tanda baca, salah satu tanda baca yang kita pakai. Contohnya tanda titik (.) dan tanda hubung (-). Tanda baca titik (.) berguna untuk mengakhiri kalimat lalu tanda baca hubung (-) berguna untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah. Tanda baca banyak sekali jenisnya yang masing-masing jenis mempunyai fungsi yang berbeda. Secara umum, fungsi tanda baca yaitu untuk memberi kemudahan dalam pemahaman pembaca. Setiap tanda baca dapat mengartikan sebuah kalimat berbeda-beda tergantung pada konteks kalimat misalnya, kalimat tanya, kalimat perintah, ataupun kalimat untuk mengakhiri kalimat. Pemberian tanda baca yang salah, dapat membuat arti kalimat itu berbeda atau sulit dipahami.
Langganan:
Postingan (Atom)